Rhapsodie Group memperkenalkan Indonesia International Music Expo (IIME) 2026, sebuah ajang yang dirancang untuk mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem musik Indonesia sekaligus menghadirkan pengalaman musik yang lebih interaktif bagi masyarakat.
IIME 2026 berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Nusantara Indonesia Convention Exhibition (NICE), PIK 2. Pada penyelenggaraan tersebut, IIME menargetkan kehadiran sekitar 50.000 pengunjung selama tiga hari dengan melibatkan lebih dari 100 exhibitor dari berbagai sektor industri musik.
Pimpinan Rhapsodie Group, Yuberg Andro, mengatakan bahwa IIME lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan ruang yang dapat mempertemukan seluruh elemen ekosistem musik, tidak hanya musisi dan brand, tetapi juga guru, murid, orang tua, sekolah musik, komunitas, retailer, distributor, content creator, hingga masyarakat umum.
“Kami ingin IIME menjadi sebuah tempat ketika seluruh ekosistem musik dapat bertemu. Kami tidak ingin hanya membuat sebuah pameran di saat pengunjung datang, melihat booth, kemudian pulang. Kami ingin menciptakan sebuah music experience,” ujar Yuberg Andro melalui keterangan resminya.
Pengunjung IIME dapat mencoba berbagai instrumen dan perangkat musik secara langsung, mulai dari piano, gitar, drum, violin, hingga audio equipment. Selain melihat produk, pengunjung juga dapat bertemu dengan brand dan pelaku industri, mengikuti workshop, menyaksikan pertunjukan musik, serta mendapatkan berbagai penawaran khusus dari exhibitor. Konsep tersebut terangkum dalam semangat IIME: Try it. Play it. Experience it.
Memberikan Ruang bagi Generasi Muda untuk Tampil
Selain menghadirkan produk dan teknologi musik, IIME 2026 juga memberikan perhatian terhadap perkembangan generasi muda melalui berbagai program dan kompetisi musik anak.
Menurut Yuberg, kompetisi musik anak bukan semata-mata untuk menentukan pemenang, melainkan tentang memberikan pengalaman kepada anak untuk tampil di atas panggung, menunjukkan kemampuan yang telah mereka pelajari, serta bertemu dengan anak-anak lain yang memiliki kecintaan terhadap musik.
“Kami ingin anak-anak yang datang ke IIME tidak hanya melihat dunia musik. Kami ingin mereka merasa bahwa mereka juga merupakan bagian dari dunia musik tersebut,” ujarnya.
Sejumlah performer cilik berbakat juga akan turut meramaikan IIME 2026, di antaranya Quinn Salman, Evollete Alexandra, Etenia Croft, Annisa Dalimunthe, dan Kaisa Asraya, serta sejumlah performer muda lainnya.
Kolaborasi Bersama Indomusikgram
Dalam rangkaian IIME 2026, Rhapsodie Group juga berkolaborasi dengan Indomusikgram untuk menghadirkan dua program, yaitu Indomusik Awards dan Indomusik Talk.
Indomusik Awards akan menjadi ruang apresiasi bagi individu, karya, brand, serta berbagai elemen yang berkontribusi terhadap perkembangan industri musik Indonesia.
Sementara itu, Indomusik Talk akan menghadirkan ruang diskusi dan pertukaran wawasan yang mempertemukan berbagai perspektif dari industri musik, termasuk musisi, brand, creator, educator, dan pelaku industri.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari visi IIME untuk membangun koneksi yang lebih luas dalam industri musik.
“Musisi bertemu dengan brand. Brand bertemu dengan creator. Creator bertemu dengan educator. Generasi yang telah lama berada di industri bertemu dengan generasi baru yang sedang membangun masa depannya,” ujar Yuberg.
IIME sebagai Platform Jangka Panjang Industri Musik
IIME tidak hanya dirancang sebagai event tahunan, tetapi sebagai platform jangka panjang yang diharapkan dapat berkembang bersama industri musik Indonesia.
Melalui IIME, Rhapsodie Group ingin membuka lebih banyak peluang koneksi antara brand internasional dan pasar Indonesia, distributor dengan retailer, brand dengan guru dan sekolah musik, creator dengan industri, serta industri musik dengan masyarakat.
Indonesia dinilai memiliki ekosistem musik yang besar, mulai dari jutaan anak yang belajar musik, guru dan sekolah musik, komunitas, hingga generasi muda yang semakin dekat dengan musik, content creation, dan teknologi.
“Tahun ini adalah langkah pertama. Kami percaya Indonesia layak memiliki sebuah international music expo yang dapat berkembang bersama industri tersebut,” kata Yuberg.
Rhapsodie Group berharap kehadiran IIME dapat menciptakan pengalaman dan koneksi baru bagi setiap pengunjung. Mulai dari anak yang mencoba piano untuk pertama kalinya, murid yang menemukan instrumen favoritnya, musisi muda yang mendapatkan inspirasi, hingga brand internasional yang menemukan mitra baru di Indonesia.
Musik, Travel, dan Family Experience
IIME 2026 juga akan diselenggarakan bersamaan dengan Family Travel Fair, sehingga NICE PIK 2 diharapkan dapat menjadi destinasi keluarga selama periode penyelenggaraan.
Kolaborasi tersebut menghadirkan berbagai pengalaman dalam satu lokasi, mulai dari musik, travel, shopping, performance, education, hingga entertainment.
“Musik dan travel memang merupakan dua industri yang berbeda, tetapi keduanya memiliki satu kesamaan yang sangat kuat: keduanya adalah tentang experience,” tutur Yuberg Andro.
Dengan konsep tersebut, IIME 2026 diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati musik dalam berbagai bentuk, sekaligus membuka peluang interaksi antara masyarakat, pelaku industri, brand, musisi, educator, dan generasi muda.
“Kalau Anda seorang musisi, datanglah. Kalau Anda seorang guru musik, datanglah. Kalau Anda bekerja di industri musik, datanglah. Dan kalau anak Anda sedang belajar musik, ajak mereka datang,” pungkas Yuberg Andro.